TULANG BAWANG – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Nasaruddin, S.H.,M.H, mengelar rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang bersama Ketua dan Pengurus PGRI Kabupaten Tulang Bawang, Ketua IGTK, K3SD, MKKS SMP dan Pengawas SD dan SMP beserta jajaran Pejabat Eselon III dan IV di Lingkup Disdik Kabupaten Tulang Bawang yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang. Rabu, (5/8/2020)

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang , Nasaruddin, S.H.,M.H menyampaikan, terkait rencana persiapan pembelajaran tatap muka di sekolah dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kedepannya, akan tetap mengadopsi upaya pencegahan covid-19.

Baca Juga :  Lagi 22 Orang Pemuda Binaan Kodim 0426 Lulus Seleksi Tamtama TNI AD

”Atturan dan pola baru yang meliputi seluruh warga sekolah wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan wastafel/tempat cuci tangan dengan air mengalir dan hand sanitizer atau sejenis sabun cair di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai jumlah yang dibutuhkan,”terang Nasarudin.

Disamping itu juga, lanjut Nasarudin, harus tetap menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan menyemprotkan disinfektan minimal dalam seminggu sekali.

Dikatakan Nasarudin, fasilitas sekolah untuk pembelajaran tatap muka pun harus memenuhi standar protokol kesehatan, untuk pengukur suhu tubuh semua satuan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang diminta agar dapat memilikinya walaupun hanya satu unit. Karena petugas akan melaksanakan tugasnya di pintu masuk gerbang sekolah, dengan melakukan skrining fisik untuk guru, siswa, maupun tenaga kependidikan lainnya yang meliputi suhu tubuh, harus bermasker kain dan tidak tampak sakit.

Baca Juga :  Warga Kagugan Rahayu Tulang Bawang Siap Geruduk MA dan KPK RI

”Saya meminta kepada seluruh orang tua siswa tidak cemas dan menunjukkan rasa cemasnya kepada anak saat menjalankan proses belajar mengajar di sekolah, yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik. Karena, hak anak itu adalah hak untuk hidup, kesehatan, baru hak pendidikan. Kesehatan peserta didik tetap yang utama,”pinta Nasarudin. (Gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here