METRO — Terkait pemberitaan polemik Pendaftaran penerimaan calon siswa SMA Negeri 1 Kota Metro tahun ajaran baru yang banyak menuai kritik dan sarat kejanggalan serta menimbulkan keresahan masyarakat, pihak sekolah kembali mengklarifikasi pemberitaan yang dianggap tidak benar dan kurang berimbang.

Melalui penasehat hukum Darmanto calon siswa didik yang menggunakan domisili sudah sesuai prosedur dan telah dinyatakan sebagai keluarga SMA Negeri 1 Metro.

“Dari jalur Zonasi dengan kuota 50 persen terdapat 101 siswa yang dinyatakan lolos verifikasi dan yang menggunakan surat domisili ada 52 orang dua diantaranya mengundurkan diri, kemudian sudah menyelesaikan pembayaran daftar ulang,”jelasnya. Kamis (25/6/2020)

Dia menambahkan pihaknya telah melakukan verifikasi faktual terhadap 52 pendaftar yang menggunakan surat keterangan domisili.

“Kami telah melakukan verifikasi terhadap peserta yang mendaftar menggunakan domisili. Dari 52 pendaftar ada 50 orang yang sudah melakukan daftar ulang,” Ungkapnya.

Baca Juga :  PD IWO Audensi Bersama Wali Kota Metro

Dia mengatakan pihaknya telah mendatangi peserta yang menggunakan domisili dan dari hasil verifikasi tersebut sudah sesuai dengan persyaratan.

“Kami telah melakukan verifikasi dan mendatangi rumah yang tertera dengan alamat domisili. Dalam melakukan verifikasi, kami dibantu oleh pihak Kepolisian, TNI, dan didampingi oleh pihak komite,” kata dia.

Pihaknya menambahkan peserta yang menggunakan domisili akan tetap diterima karena sesuai dengan Permendikbud persyaratan bisa menggunakan KK atau domisili.

“Sesuai dengan Permendikbud kami tetap menerima, karena kebijakan untuk mendiskualifikasi bukan hak kita melainkan provinsi, terkait akan adanya perwali tentang ketidak berlakuan domisili, kami akan tetap memakai aturan Provinsi selama aturan itu belum dicabut,”tambahnya.

Arman Silaloho Wakil PPBD SMA Negeri 1 Metro. juga mengklarifikasi pernyataan terkait jarak batasan zonasi 1.722 meter.

Baca Juga :  Walikota Metro Berikan Kendaraan Dinas Roda Dua Untuk 22 Lurah se-Kota Metro

“Bahasa saya tentang jarak batas Zonasi 1.722 teman teman media salah mengartikan, saat itu saya Menjelaskan pendaftaran terjauh sementara itu, untuk aturan Zonasi sebenarnya tidak ada jarak, jadi setiap kecamatan tetap masuk zona, bahkan batanghari , Pekalongan pun masuk zona bila berdekatan dengan sekolah,”paparnya.

Ia juga menjelaskan kepada media, untuk data murind yang diterima serta surat pernyataan penanggung jawab domisili pihak sekolah tidak bisa menunjukkan karena itu privasi sekolah.

“Data siswa yang memakai domisili kami tidak bisa memberikan salinannya datanya itu privasi, begitu surat pertanggung jawaban wali murid, dari klurahan mana saja kami tidak bisa kasih datanya, kalo untuk nama siswanya saja bisa liat di link lampung.siap-ppdb.com, dikarenakan semua data tersebut dirahasiakan demi keselamatan calon siswa didik SMA Negeri 1 Metro,”tutupnya. ( Tim )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here