METRO — Dewan Pimpinan Cabang KWRI Kota Metro, meminta kepada pihak Polres Metro untuk segera menangkap dan memproses hukum oknum mantan KS yang diduga sudah merugikan negara sesuai dengan UU Tipikor yang berlaku, diduga telah menyalah gunakan Dana Anggaran Khusus (DAK) 2017.

Dari hasil temuan di lapangan mantan KS SMPN 10 tersebut (Spd), diduga telah merugikan negara kurang lebih sebesar Rp180.000.000.  Saat ditemui diruang kerjanya Selasa (26/11/2019) Kanit Tipikor E.E. Simanungkalit menerangkan, bahwa saudara Spd masih dalam tahap penyidikan.

”Karena berkas masih kami lengkapi, nanti kalau sudah P21 segera kami limpahkan kekejaksaan,”ujarnya.

Sementara itu, kepala dinas pendidikan kota Metro ir. Ria andari.M.pd mengatakan, bahwa pardi memang sudah diperiksa Polres Metro terkait dugaan penggunaan anggaran DAK apabila nanti terbukti bersalah, ia selaku kepala dinas akan memberikan sangsi tegas kepada SPD.

”Sangsi tegas kepada SPD akan kami ajukan ke BKD dan Walikota supaya di copot dari ASN karena sudah menyalahgunakan jabatan nya selaku kepala sekolah SMPN 10 pada masa itu,”terangnya.

Sedangkan, Ketua KWRI Cabang Metro M.K. HANAFI.MT mengatakan, proses hukum yang berjalan sangat lambat, mengingat kasus tersebut sudah sangat lama sekali.

”Karena itu, saya mengharapkan, selaku pengurus DPC KWRI kota Metro, meminta kepada Kapolres untuk segera menindak lanjuti,”pinta Hanafi. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here