Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Nasarudin

TULANG BAWANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2020 mendatang akan menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, bisa membuat suasana belajar lebih nyaman dan kaya kreativitas. Untuk menumbuhkan gaya hidup siswa yang sehat, di program keren, bertajuk Green School atau sekolah hijau.

Green School tersebut, akan diterapkan pada seluruh sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Kabupaten Tulang Bawang. Program ini, merupakan pengembangan dari program unggulan Bupati Tulang Bawang Winarti, seperti, gerakan ayo belajar shubuh, pemberian laptop kepada setiap guru, pemberian makanan tambahan siswa sekolah, biasiswa miskin yang pintar, kemudahan guru kualifikasi, pemberian insentif guru honor.

“Konsep Green school dan ayo belajar shubuh, salah satu kekhasan didaerah kita, di Lampung hanya Kabupaten Tulang Bawang yang ada, program ini, sudah lama dicanangkan oleh Bupati Winarti dan lansung didaftarkan pada kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada saat mereka melakukan kunjungan ke Tulang Bawang, semonga kedepannya, konsep ini, dapat disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), karena selain memiliki tempat yang nyaman, aman dan hijau, ada kedekatan antara anak dan orang tua dalam hal kegiatan belajar dirumah, dimulai dari shubuh, serta, komunikasi aktif antara guru dan orang tua, terkait dengan belajar anak disekolah,”ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulang Bawang, Nasarudin, saat ditemui diruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Nasarudin, sekolah Green school, harus memiliki keriteria aman, nyaman dalam belajar, selain dari tanaman pohon hijau serta rindang, agar lingkungan sekolah menjadi sejuk, halaman tidak gersang, dari lantai semen dan paving block, sehingga menutupi pori-pori bumi, membuat bumi tidak bisa bernapas, karena kesejukan tersebut, salah satu proses pendukung dalam belajar anak.

”Seluruh program yang dikembangkan, bertujuan menciptakan sekolah ramah anak. Selain itu, sekolah juga memiliki rasa aman bagi anak, karena, kita akan membuat lingkungan sekolah menjadi tertutup dari pagar, memiliki scuriti, yang membuka tutup gerbang, agar terlepas dari ganguan hewan liar, seperti, kambing, sapi, anjing gila, serta ganguan alam, banjir tahunan, yang sering menimpa sekolah di beberapa kecamatan, agar menyediakan alternatif lain, untuk mengatasi banjir, sehingga tercipta proses pendidikan yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup,”terang Nasarudin.

Karena itu, lanjut Nasarudi, ia akan mengajukan beberapa alternatif dana, kepada pemerintah daerah, untuk menjalankan program unggulan Bupati Tulang Bawang Winarti, karena, sumber dana pendidikan, pertama dari pemerintah, kedua dari masyarakat, ketiga dari perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR).

”Sedangkan dana dari pemerintah, sudah tidak dapat lagi dianggarkan, karena menutupi lima program unggulan Bupati Winarti dan program lainnya, dan dari dari masyarakat, bisa tersalurkan melalui rapat komite dan wali murid, tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak, bisa juga melalui CSR perusahaan, untuk melakukan pembangunan, seperti pagar, taman sekolah, serta taman bermain anak sekolah,”pungkas Nasarudin.

Penulis : Yusuf Kurniawan/ Editor : Mawardi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here