Berita TerkiniKabar DaerahLampungPesisir Barat

Dinkes Pesibar Gelar Acara Rakor Penurunan Stunting

PESISIRBARAT, dailylampung.com – Dinas Kesehatan Pesisir Barat, Provinsi Lampung menggelar acara ” Rapat Rencana Aksi Daerah Dan 8 (Delapan) Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2022.

Kegiatan acara berlangsung di Aula Losmen Sunset Beach, Pekon (Desa) Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah. Kamis, (08/12/2022).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pesisir Barat, perwakilan DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Unsur forkopimda, Lampung Barat – Pesisir Barat, Sekretaris Daerah, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pelaksana di Lingkungan Pemkab Pesisir Barat.

Selain itu tampak juga hadir perwakilan dari Ketua TP – PKK Kabupaten Pesisir Barat, Kepala Puskesmas Se – Kabupaten Pesisir Barat, Para Camat Se – Kabupaten Pesisir Barat, Para Isan Pers dan Para Tamu Undangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut.

“Semoga melalui acara ini akan tercipta komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam penanggulangan permasalahan Stunting,”tegas Wabup Zulqoini Syarif.

“Saya berharap program yang telah dirancang dapat direalisasikan dengan baik,”tambahnya.

“Persoalan Stunting telah menjadi agenda Pembangunan Nasional dan Kabupaten Pesisir Barat menjadi salah satu Kabupaten Prioritas, dari 514 Kabupaten / Kota di Indonesia,”kata Wabup.

“Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal,”jelas Wabup.

“Sehingga hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang di bawah rata – rata dan dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk,”tegasnya.

Sementara itu, mewakili Kadis Kesehatan Pesisir Barat, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyrakat, Arpi Zulijar dalam sambutannya menyampaikan ” Batasan Prevalensi Stunting suatu wilayah sebesar 20 persen, hal ini berdasarkan data dari WHO,”ujarnya.

“Sedangkan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang telah dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka Prevalensi Stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24,4 persen, atau menurun 6,4 persen dari angka 30,8 persen pada tahun 2018,”ungkapnya.

“Sedangkan di Kabupaten Pesisir Barat, Prevalensi Stunting berkisar di angka 22,8 persen,”tambahnya.

Sementara itu Kadis PPPA Dan KB Pesisir Barat, dr. Budi Wiyono dalam sambutannya menyampaikan, tentang Pendampingan Posyandu Lintas Sektor.

“Pemerintah mempunyai target untuk menurunkan Prevalensi hingga 14 persen hingga tahun 2024,”ungkap dr. Budi Wiyono.

“Itu artinya, kita harus menurunkan Prevalensi sebesar 10,4 persen, dalam kurun waktu 2,5 tahun ke depan, hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi kita semis,”tambahnya.

“Saya juga meminta untuk di tingkat Pekon (Desa), para Bidan Desa dan Petugas Gizi Puskesmas agar bersama – sama dengan para Kader di masing – masing Pekon (Desa) untuk melakukan penelusuran, pememuan bayi dan balita yang berpotensi Stunting,”tegas dr. Budi Wiyono.

“Bayi dan Balita yang berpotensi Stunting harus segera ditangani secara bersama, tidak hanya di Puskesmas tetapi juga Rumah Sakit, dengan melibatkan dokter anak,”tambah Budi Wiyono.

“Selanjutnya untuk penanganan penurunan Stunting di tingkat Pekon (Desa) itu teralokasi lewat dana transfer Pekon dan dana yang dikelola Pekon, melalui 5 (Lima) paket layanan pokok, diantaranya, Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Konseling Gizi Terpadu, Perlindungan Sosial, Sanitasi dan Air Bersih serta Layanan Pendidikan Anak Usia Dini,”tutupnya. (Indra Kusuma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button